Ratusan Siswa PAUD di Ngadiluwih Belajar Cegah Kebakaran, LPG Bocor Tak Lagi Bikin Panik

admin
Img 20260819 163437

Ia menambahkan, praktik penanganan kebocoran LPG menjadi salah satu materi penting karena kejadian kebocoran gas kerap menimbulkan kepanikan. Dengan edukasi yang tepat, masyarakat diharapkan tidak melakukan tindakan yang justru memperbesar risiko kebakaran.

“Yang kami tekankan adalah jangan panik. Masyarakat harus mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika terjadi kebocoran LPG. Pengetahuan sederhana seperti ini bisa menjadi langkah awal untuk mencegah kejadian yang lebih besar,” jelasnya.

Menurut Kaleb, kegiatan edukasi semacam ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif terhadap pencegahan kebakaran, bukan hanya mengandalkan petugas pemadam ketika api sudah membesar.

“Pemadaman adalah langkah ketika kebakaran sudah terjadi. Tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita bersama-sama mencegah kebakaran sejak awal. Anak-anak, orang tua, guru, dan masyarakat semuanya punya peran,” tegasnya.

Selain sosialisasi, peserta juga mengikuti praktik penanganan kebocoran LPG dan simulasi kebakaran tradisional. Materi diberikan secara interaktif agar mudah dipahami, terutama oleh para peserta didik usia PAUD.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa edukasi keselamatan dan penanggulangan kebakaran mendapat perhatian positif dari masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Satpol PP Kabupaten Kediri berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti di lapangan kegiatan, tetapi dibawa pulang dan diterapkan di rumah maupun lingkungan sekolah.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!