Langkah tersebut dilakukan agar seluruh proses pengadaan tanah berjalan sesuai prosedur dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Harapannya, semuanya bisa beres, aman dan terang benderang sebelum dilakukan pengerjaan lahan baru secara total,” tegasnya.
Tak sekadar memperluas area pasar buah, lahan tambahan tersebut nantinya juga direncanakan untuk menunjang berbagai fasilitas pendukung. Di antaranya area parkir, rest area, hingga lokasi bagi pelaku UMKM dan kuliner lokal.
Keberadaan fasilitas tersebut dinilai penting mengingat lokasi pasar berada di kawasan strategis, tepat di jalur utama Kediri–Nganjuk yang setiap hari dilintasi kendaraan dengan intensitas cukup tinggi.
Dengan penambahan lahan dan fasilitas pendukung, pasar buah baru Desa Bakalan diharapkan tidak hanya menjadi pusat perdagangan buah, tetapi juga berkembang menjadi titik singgah yang nyaman bagi masyarakat maupun pengguna jalan.
“Lokasi tersebut memang strategis karena berada di jalur Kediri arah Nganjuk yang padat arus lalu lintas. Tentunya, tambahan luas lahan ini dilakukan demi keamanan dan kenyamanan bersama,” pungkas Agus.(sinyo)












