Alfin Hilmi Dorong BKK SMK se-Jawa Timur Jadi Jembatan Emas Menuju Dunia Kerja

admin
Img 20260911 Wa0003

“BKK harus naik kelas. Bukan hanya menjadi papan pengumuman lowongan kerja, tetapi menjadi pusat layanan karier, pusat informasi pasar kerja, sekaligus penghubung yang kuat antara lulusan SMK dengan dunia industri,” kata Alfin.

Ia berharap penguatan BKK di tingkat kabupaten dapat memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka pengangguran terbuka, khususnya pada kelompok usia produktif.

Sebagai Ketua Forum BKK SMK Jawa Timur periode 2026–2029, Alfin juga menyampaikan pesan kepada seluruh siswa dan siswi SMK di Jawa Timur.

Ia meminta para siswa tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi mulai mempersiapkan diri sejak bangku sekolah untuk menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin dinamis.

“Untuk seluruh siswa-siswi SMK se-Jawa Timur, jangan takut menghadapi masa depan. Bekali diri dengan kompetensi, karakter, kedisiplinan, kemampuan komunikasi, literasi digital, dan kemauan untuk terus belajar. Dunia kerja membutuhkan anak-anak muda yang tidak hanya pintar, tetapi juga siap beradaptasi dan memiliki etos kerja,” pesannya.

Alfin juga mengajak siswa untuk memanfaatkan keberadaan BKK di sekolah sebagai pintu informasi dan pengembangan karier.

“Jangan biarkan masa depan kalian ditentukan oleh keberuntungan. Persiapkan, cari informasi, tingkatkan kompetensi, dan manfaatkan BKK sebagai bagian dari perjalanan kalian menuju dunia kerja,” imbuhnya.

Bagi Alfin, keberhasilan pendidikan vokasi tidak berhenti ketika seorang siswa menerima ijazah. Ukuran keberhasilan yang lebih jauh adalah ketika lulusan mampu melanjutkan pendidikan, berwirausaha, atau terserap di dunia kerja sesuai kompetensinya.

Karena itu, ia menegaskan komitmennya untuk membawa Forum BKK SMK Jawa Timur semakin solid dan adaptif dalam menghadapi perubahan kebutuhan tenaga kerja.

“Harapan saya sederhana, tetapi besar: semakin banyak lulusan SMK Jawa Timur yang bekerja, melanjutkan pendidikan, dan menjadi wirausahawan. Kita ingin lulusan SMK menjadi generasi yang produktif, kompeten, mandiri, dan mampu memenangkan persaingan, baik di tingkat nasional maupun global,” pungkasnya.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!