Kapolres Kediri Sambangi Marfel, Bocah 11 Tahun yang Rawat Ibu Lumpuh Seorang Diri

admin
Img 20260922 Wa0050

Bagi AKBP Latif, kisah Marfel menjadi pengingat bahwa di tengah kehidupan masyarakat masih ada anak-anak yang membutuhkan uluran tangan dan perhatian.

“Ketika ada masyarakat yang membutuhkan perhatian, Polri harus hadir dan melihat langsung kondisinya. Apa yang diberikan hari ini mungkin sederhana, tetapi yang paling penting adalah memastikan Marfel dan keluarganya tahu bahwa mereka tidak sendiri,” ujar AKBP Latif.

Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat tidak cukup hanya melalui informasi yang diterima. Kehadiran langsung di tengah warga diperlukan agar persoalan yang dihadapi masyarakat dapat dilihat secara utuh.

“Dengan hadir dan berkomunikasi langsung, kita bisa mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat. Dari situ, bentuk dukungan yang diberikan juga bisa lebih tepat,” imbuhnya.

Di usia yang seharusnya masih dipenuhi aktivitas bermain dan belajar, Marfel justru harus membagi waktu antara sekolah dan merawat ibunya. Kondisi tersebut membuat perhatian dari berbagai pihak menjadi penting agar perjuangan Marfel tidak harus dijalani seorang diri.

Kunjungan Kapolres Kediri bersama jajaran Bhayangkari menjadi pesan bahwa kepolisian tidak hanya hadir ketika masyarakat berhadapan dengan persoalan hukum dan keamanan. Di tengah persoalan sosial, Polri juga dituntut hadir, mendengar dan memberi dukungan.

Bagi Marfel, mungkin bantuan yang diterima hari itu tidak akan langsung mengubah seluruh keadaan. Namun satu hal yang jauh lebih berarti telah ia dapatkan: sebuah pesan bahwa perjuangannya terlihat, dan masih ada orang-orang yang peduli.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!