Desa Klumutan Madiun Gandeng UNAIR Perkuat Literasi HIV, Bangun Kepedulian Remaja melalui Program SAPA AIDS

admin
Img 20261024 Wa0020

Mediaciber.net.Madiun

Pemerintah Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat melalui kolaborasi dengan Universitas Airlangga (UNAIR). Sinergi tersebut diwujudkan melalui program SAPA AIDS (Sahabat Peduli AIDS) yang berfokus pada penguatan literasi HIV, pengurangan stigma dan diskriminasi, serta pengembangan dukungan sosial guna mendorong sikap positif remaja terhadap Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV.

Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Kantor Desa Klumutan tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni Sabtu–Minggu, 24–25 Oktober 2026. Pada hari pertama, kegiatan diikuti oleh 10 anggota Karang Taruna yang mendapatkan pembekalan sebagai edukator sebaya. Selanjutnya, pada Minggu (25/10/2026), kegiatan dilanjutkan dengan edukasi kepada 50 peserta.

Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara pemerintah desa dan kalangan akademisi dalam membangun kesadaran kesehatan berbasis masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Pendekatan edukasi partisipatif diharapkan mampu memperluas pemahaman mengenai HIV, meluruskan informasi yang keliru, sekaligus menumbuhkan lingkungan sosial yang lebih terbuka, inklusif, dan bebas stigma.

Kepala Desa Klumutan, Agus Proklamanto, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Universitas Airlangga merupakan bagian dari proses panjang membangun kemitraan antara pemerintah desa dan dunia akademik.

Menurutnya, kerja sama tersebut telah diperkuat melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Melalui kolaborasi itu, pemerintah desa berupaya membuka ruang pembinaan generasi muda sekaligus mendukung program-program yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
“Perjalanan untuk mewujudkan kegiatan ini cukup panjang. Kami sudah mengadakan MoU dengan Universitas Airlangga.

Dalam kegiatan KKN bersama teman-teman akademisi, kemudian muncul kesimpulan untuk melakukan pembinaan bersama Karang Taruna. Tahun lalu kami juga mengajukan proposal untuk membantu mendukung program pemerintah yang saat ini sedang berjalan, salah satunya melalui kegiatan SAPA AIDS,” ungkap Agus saat dikonfirmasi awak media.

Ia berharap keterlibatan Karang Taruna dalam program tersebut tidak berhenti pada keikutsertaan dalam pelatihan, tetapi berlanjut menjadi gerakan edukasi di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan sosial. Dengan bekal pengetahuan yang benar, mereka diharapkan mampu menyampaikan informasi kesehatan secara bertanggung jawab, membangun kepedulian, serta mendorong masyarakat agar tidak memberikan stigma kepada orang yang hidup dengan HIV.

Sementara itu, “Eny Kurniawati “Dosen Pembimbing dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, menjelaskan bahwa kegiatan SAPA AIDS merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Desa Klumutan menjadi salah satu lokasi pusat kegiatan atau locus program UNAIR dalam pelaksanaan edukasi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!