Mediaciber.net.Kediri
Toleransi bukan sekadar slogan di ruang kelas. SMP Negeri 3 Grogol, Kabupaten Kediri, menunjukkan potret nyata keberagaman melalui keberadaan tiga tempat ibadah, yakni masjid, gereja, dan pura dalam satu lingkungan sekolah.
Keunikan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam penilaian kategori Sekolah Moderasi Beragama yang berlangsung pada Kamis (22/10/2026). Keikutsertaan SMPN 3 Grogol menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter, menanamkan nilai toleransi, serta membangun budaya saling menghormati di lingkungan sekolah.
Penilaian dilakukan oleh tim penilai dari Jawa Timur, Arito. Proses tersebut turut didampingi Wawan, selaku Kasi Kurikulum Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan moderasi beragama di satuan pendidikan.
Kepala SMPN 3 Grogol, Musiin, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa moderasi beragama bukan sekadar penilaian atau predikat, melainkan nilai yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Bagi kami, moderasi beragama bukan sekadar penilaian atau predikat, melainkan nilai yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Kami ingin seluruh peserta didik memahami bahwa perbedaan keyakinan bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kesempatan untuk saling mengenal, menghormati, dan mempererat persaudaraan,” ungkap Musiin, Sabtu (24/10/2026).
Menurutnya, keberadaan masjid, gereja, dan pura dalam satu lingkungan sekolah menjadi pengingat pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman. Sekolah berupaya membentuk peserta didik agar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, menghargai perbedaan, dan mampu hidup berdampingan secara damai.












