Di Kabupaten Kediri, Panji menjadi bagian dari kekayaan budaya yang terus diperkenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Melalui kegiatan ini, pelajar tidak hanya diajak mengenal kisah Panji, tetapi juga menerjemahkan pemahaman dan imajinasi mereka ke dalam karya seni.
Cara tersebut diharapkan membuat warisan budaya terasa lebih dekat dengan kehidupan generasi masa kini.
Lentera hasil karya peserta nantinya akan ditampilkan di halaman depan Museum Jayabaya. Pameran tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas pelajar dan upaya menghadirkan ruang budaya yang lebih hidup.
Semarak Reksa Budaya Panji juga akan diramaikan dengan pertunjukan kesenian Jaranan.
Kehadiran kesenian tradisional ini diharapkan memberikan pengalaman budaya yang lebih lengkap bagi peserta dan masyarakat. Edukasi budaya dipadukan dengan kreativitas dan hiburan sehingga kegiatan dapat dinikmati berbagai kalangan.
Mustika menegaskan pelestarian budaya membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
“Pelestarian budaya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat, dunia pendidikan, komunitas seni, dan generasi muda,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang kolaborasi sekaligus mendorong semakin banyak generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya daerah.
Reksa Budaya Panji juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Semangat kemerdekaan dimaknai tidak hanya melalui penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga dengan menjaga identitas, merawat kekayaan budaya, dan memberikan ruang kepada generasi muda untuk berkarya.
Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terus mendorong pelestarian budaya dengan melibatkan masyarakat dan generasi muda. Sebab, budaya tidak akan hidup hanya karena disimpan.
Budaya akan tetap menyala ketika ada generasi yang mengenal, mencintai, dan bersedia meneruskannya.(sinyo)












