“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Karena itu, mereka perlu mengetahui bagaimana perjuangan para pendahulu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Dari sejarah itu, kita ingin menanamkan rasa menghargai jasa pahlawan sekaligus membangun karakter yang kuat,” ujar Ernia.
Ia menambahkan, nilai-nilai perjuangan 1945 masih relevan diterapkan oleh pelajar saat ini. Semangat pantang menyerah, persatuan, gotong royong, kedisiplinan dan rasa tanggung jawab dinilai menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Ernia juga berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Para siswa diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai juang dalam perilaku nyata di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.
“Bentuk perjuangan anak-anak sekarang tentu berbeda dengan perjuangan para pahlawan dahulu. Kalau dulu para pejuang berjuang mempertahankan kemerdekaan, sekarang tugas anak-anak adalah belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga persatuan, menghormati sesama, disiplin dan memberikan prestasi untuk sekolah maupun bangsa,” lanjutnya.
Menurut Ernia, pengenalan sejarah sejak usia sekolah juga penting agar generasi muda tidak mudah melupakan akar perjuangan bangsa di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.
“Jangan sampai anak-anak hanya mengenal sejarah dari buku, tetapi tidak memahami nilai yang terkandung di dalamnya. Kita ingin mereka memahami bahwa kemerdekaan yang dinikmati sekarang merupakan hasil perjuangan panjang yang harus dihargai dan dijaga,” tegasnya.
Sementara itu, kehadiran pemateri dari LVRI memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mendapatkan gambaran mengenai semangat perjuangan dari sosok yang memiliki pengalaman serta kedekatan dengan sejarah perjuangan bangsa.
Melalui kegiatan JSN ’45 tersebut, SMPN 1 Gurah berharap dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, rasa cinta tanah air, jiwa kebersamaan serta kesadaran untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(sinyo)












