WCD 2026: Pemkab Kediri Bidik Perubahan Perilaku, Bukan Sekadar Bersih-Bersih

admin
Img 20261030 Wa0003

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, mengungkapkan bahwa sampah anorganik, khususnya plastik bekas kemasan makanan dan minuman, masih mendominasi hasil pembersihan di kawasan SLG.

Padahal, menurut Putut, fasilitas tempat sampah di kawasan tersebut telah tersedia dalam jumlah memadai dan tersebar di sejumlah titik, baik di area dalam maupun luar SLG.

Namun, kelengkapan fasilitas ternyata belum sepenuhnya diikuti kesadaran pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya.

“Setiap hari sudah ada petugas yang melakukan penyapuan dan pembersihan di kawasan SLG. Namun, kami harus mengakui bahwa kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan masih kurang. Budaya untuk tidak membuang sampah sembarangan inilah yang terus kami dorong,” jelas Putut.

Menurutnya, aksi WCD 2026 juga menjadi momentum menanamkan kepedulian lingkungan kepada generasi muda. Sejumlah peserta berasal dari sekolah Adiwiyata, anggota Saka Kalpataru, serta berbagai kelompok pegiat lingkungan di Kabupaten Kediri.

Sampah yang terkumpul selanjutnya dibawa ke tempat pemrosesan akhir (TPA) untuk menjalani proses pemilahan. Sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali, termasuk melalui pemulung. Sementara sampah yang tidak dapat diolah akan menjadi residu dan ditempatkan di landfill TPA.

Dalam kesempatan tersebut, Dewi juga menerima usulan penyediaan stasiun pengisian air minum di sejumlah titik kawasan SLG. Fasilitas ini diharapkan dapat mendorong pengunjung membawa tumbler sendiri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap air minum dalam kemasan plastik.

Usulan tersebut akan ditindaklanjuti oleh Pemkab Kediri.

Melalui momentum WCD 2026, Pemkab Kediri berharap gerakan mengurangi sampah tidak hanya ramai saat kegiatan bersih-bersih berlangsung. Lebih dari itu, kebiasaan mengurangi plastik sekali pakai dan membuang sampah pada tempatnya diharapkan menjadi bagian dari perilaku sehari-hari masyarakat.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!