Mediaciber.net.Kediri – Peringatan Hari Kartini tahun ini dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Kediri untuk mengirim pesan tegas: perempuan harus tampil sebagai garda terdepan menjaga ketahanan keluarga di tengah derasnya arus digital.
Melalui webinar ASN Cerdas bertema “Mengenal PP Tunas: Perempuan sebagai Penguat Ketahanan Keluarga” yang digelar Selasa (22/4/2026), Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa menegaskan, tantangan perempuan saat ini jauh lebih kompleks dibanding era sebelumnya.
“Dulu perjuangan perempuan soal akses dan kesetaraan. Sekarang, tantangannya adalah bagaimana menjaga anak-anak kita tetap aman di tengah dunia digital yang tidak memiliki batas,” tegasnya.
Menurutnya, kemajuan teknologi ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi membuka peluang, namun di sisi lain menghadirkan ancaman serius bagi perkembangan anak jika tidak disikapi dengan bijak.
“Kita tidak bisa menolak teknologi, tapi kita juga tidak boleh lengah. Di sinilah peran perempuan, khususnya ibu, menjadi sangat strategis sebagai pengendali pertama dalam keluarga,” ujarnya.
Ia menyoroti fenomena penggunaan gawai yang semakin masif, bahkan pada anak usia dini. Kondisi ini, kata dia, berpotensi mengikis kualitas interaksi dalam keluarga jika tidak diimbangi dengan kehadiran orang tua yang utuh.
“Sering kali kita melihat satu rumah, tapi masing-masing sibuk dengan layar. Ini yang berbahaya. Kedekatan emosional perlahan bisa hilang tanpa kita sadari,” ungkapnya.
Lebih jauh, Wabup menekankan bahwa peran perempuan tidak boleh hanya berhenti pada pengasuhan fisik semata, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi yang sehat dan terbuka dengan anak.
“Perempuan harus menjadi tempat paling aman bagi anak untuk bercerita. Kalau anak lebih nyaman ke gadget daripada ke orang tuanya, itu alarm yang harus segera kita sadari,” katanya.












