mediaciber.net.Ponorogo.
Ratusan massa yang tergabung dalam Konsorsium LSM Ponorogo menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Kabupaten Ponorogo. Massa membawa poster dan spanduk sambil berjalan kaki menuju kantor dewan untuk menyampaikan kritik terhadap program pemerintah pusat, khususnya MBG dan kebijakan terkait KDMP yang mereka nilai kurang transparan dalam pengelolaan anggaran.
Sejak awal kegiatan, suasana aksi terlihat ramai dan penuh pengawalan aparat keamanan. Para peserta aksi secara bergantian menyampaikan orasi menggunakan pengeras suara. Mereka menyuarakan tuntutan terkait kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak kepada masyarakat kecil, terutama tenaga honorer dan sektor pendidikan. Massa juga meminta DPRD Kabupaten Ponorogo meneruskan aspirasi mereka kepada pemerintah pusat.
Ketua Koordinator Lapangan, Anom, menilai program MBG terlalu membebani anggaran negara di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih sulit. Ia menyoroti besarnya anggaran MBG yang disebut mencapai ratusan hingga triliunan rupiah. Menurutnya, pemerintah seharusnya memprioritaskan anggaran tersebut untuk kebutuhan yang lebih mendesak, seperti kesejahteraan tenaga honorer dan dunia pendidikan.
“Masuk SPPG baru gaji bisa tiga juta, rencana mau PPPK. Lalu, di mana letak keadilan bagi guru honorer yang sudah lama mengabdi?” ujar Anom saat menyampaikan orasi di depan massa aksi.












