Mas Dhito Sidak Hari Pertama MPLS, Soroti Siswa SMP Bawa Motor hingga Tegaskan Seragam Gratis bagi yang Tidak Mampu

admin
Img 20260714 Wa0011

Mediaciber.net.Kediri

Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Kediri mendapat perhatian langsung dari Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito. Pada Senin (13/7/2026), Mas Dhito melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMPN 2 Ngasem untuk memastikan pelaksanaan MPLS berlangsung ramah anak, aman, dan bebas pungutan.

Dalam kunjungannya, Mas Dhito menyapa para siswa baru yang masih mengenakan seragam putih-merah. Ia berdialog langsung dengan para peserta didik untuk mengetahui pengalaman mereka di hari pertama masuk sekolah.

Dari dialog tersebut, Mas Dhito menemukan fakta yang menjadi perhatian serius. Banyak siswa baru mengaku berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda motor sendiri, bahkan sebagian besar tidak menggunakan helm.

“Masih banyak anak di bawah umur yang membawa motor sendiri ke sekolah. Mirisnya lagi, rata-rata mereka tidak memakai helm,” ujar Mas Dhito.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keselamatan anak-anak. Ia menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua agar siswa tidak diizinkan mengendarai kendaraan bermotor sebelum memenuhi persyaratan usia dan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Selain menyoroti keselamatan berlalu lintas, Mas Dhito juga memastikan tidak ada siswa yang terkendala biaya untuk memperoleh pendidikan. Ia menanyakan langsung kepada siswa mengenai kebutuhan seragam sekolah yang harus dimiliki.

Mas Dhito menegaskan Pemerintah Kabupaten Kediri siap memberikan bantuan seragam gratis bagi siswa dari keluarga yang tidak mampu.

“Kalau ada orang tua yang merasa keberatan dengan biaya seragam, silakan mengajukan. Pemerintah Kabupaten Kediri akan memberikan seragam secara gratis,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh kepala sekolah jenjang PAUD hingga SMP agar tidak melakukan pungutan liar maupun mewajibkan pembelian seragam dengan cara yang memberatkan orang tua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!