Ritual Manusuk Sima Warnai Hari Jadi Kota Kediri ke-1147, 1.407 Anak Yatim Terima BLT Rp600 Ribu

admin
Img 20260728 Wa0006

Mediaciber.net.Kediri

Peringatan Hari Jadi Kota Kediri ke-1147 berlangsung khidmat sekaligus penuh makna. Pemerintah Kota Kediri menggelar ritual adat Manusuk Sima di pelataran Kuwak, Taman Tirtoyoso, Minggu (27/7/2026), sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah lahirnya Kota Kediri yang berakar dari Prasasti Kwak tahun 879 Masehi.

Ritual tahunan tersebut dihadiri Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Qowimuddin Thoha, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala OPD, direktur rumah sakit, instansi vertikal, tokoh lintas sektoral, camat, lurah, hingga masyarakat.

Prosesi Manusuk Sima menjadi simbol penghormatan atas penetapan Dusun Kwak sebagai tanah perdikan (sima) oleh Kerajaan Mataram Kuno sebagaimana tertuang dalam Prasasti Kwak yang diterbitkan pada 27 Juli 879 Masehi pada masa pemerintahan Sri Maharaja Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala. Suasana semakin semarak dengan penampilan seni tari dan karawitan yang dibawakan siswa-siswi SMP Negeri 6 Kota Kediri.

Prosesi adat dipimpin Bopo Subagyo yang mengisahkan silsilah sejarah sekaligus makna pemberian status sima kepada wilayah Kwak. Ia menjelaskan bahwa Prasasti Kwak yang terbuat dari lempengan tembaga berukuran sekitar 35,7 x 32,8 sentimeter memuat sejumlah informasi penting, mulai dari pembebasan tanah tegalan menjadi tanah perdikan atau bebas pajak, sistem pertanian masyarakat saat itu, hingga struktur pemerintahan wilayah di bawah pejabat kerajaan Rakarayan i Wka Pu Catura.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Jadi Kota Kediri sebagai momentum memperkuat persatuan dan semangat gotong royong untuk mewujudkan Kota Kediri yang semakin MAPAN.

“Perjalanan panjang Kota Kediri hingga memasuki usia ke-1147 adalah hasil perjuangan para pendahulu. Kini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melanjutkan pembangunan melalui kolaborasi lintas generasi yang inovatif, produktif, serta tetap menjaga nilai-nilai sejarah dan budaya. Mari kita bergotong royong membangun Kota Kediri agar semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ujar Vinanda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!