Mediaciber.net.Kediri
Jalan Soekarno-Hatta, Kabupaten Kediri, Rabu (12/8/2026), berubah menjadi arena pendidikan karakter. Sebanyak 177 pleton pelajar SMP dan MTs se-Kabupaten Kediri turun ke jalan mengikuti Lomba Baris-Berbaris (LBB) dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Bukan sekadar lomba ketepatan langkah dan kekompakan barisan. Di balik derap kaki dan aba-aba komandan pleton, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menyisipkan pesan pendidikan yang lebih mendasar: membangun disiplin, tanggung jawab, kolaborasi, sekaligus menumbuhkan budaya saling menghormati sebagai benteng terhadap bullying di sekolah.
Sejak pagi, kawasan depan Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri di Kecamatan Ngasem dipenuhi ribuan pelajar. Mengenakan seragam sekolah hingga kostum kreasi, mereka bergerak dalam barisan masing-masing menuju garis finis di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG).
Suara komando “Maju Jalan!” bersahutan. Derap langkah ratusan pelajar menggema di sepanjang jalan protokol, sementara warga menyaksikan dari sisi jalan.
Jarak tempuh dan teriknya cuaca menjadi ujian tersendiri. Setiap anggota pleton dituntut mampu menjaga ritme, konsentrasi, dan kekompakan hingga garis akhir.
Satu anggota kehilangan fokus, barisan bisa berantakan. Dari sinilah nilai pendidikan karakter bekerja secara nyata.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin mengatakan, pelaksanaan LBB tahun ini lebih meriah dibanding tahun sebelumnya. Hal itu salah satunya ditandai dengan meningkatnya jumlah peserta.
“Tahun ini pelaksanaan LBB dinilai lebih meriah karena jumlah peserta regu atau pleton mengalami peningkatan yang cukup bagus dibanding pelaksanaan sebelumnya,” ujar Muhsin.
Namun, Muhsin menegaskan, juara bukan satu-satunya ukuran keberhasilan LBB. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk mempraktikkan nilai-nilai yang selama ini diajarkan di ruang kelas.
Pelajar belajar mendengar instruksi, mengendalikan diri, bertanggung jawab terhadap kelompok, menghargai peran orang lain, dan bekerja menuju satu tujuan.
“Melalui LBB ini, anak-anak dilatih untuk meningkatkan kedisiplinan dan kerja sama tim. Bagaimana mereka harus fokus, taat, serta patuh kepada aba-aba pimpinan regunya. Disiplin dan kolaborasi seperti ini merupakan bagian dari softskill yang sangat penting bagi perkembangan masa depan anak,” jelasnya.
Nilai yang dibangun melalui LBB juga diarahkan untuk menjawab persoalan yang masih menjadi perhatian dunia pendidikan, yakni perundungan atau bullying.












