Mediaciber.net.Kediri
Semangat kepramukaan menggema di halaman SMPN 2 Ngadiluwih, Jumat (14/8/2026). Ratusan siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengikuti apel besar dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 dengan penuh khidmat sekaligus semangat.
Sejak pagi, halaman utama sekolah dipenuhi siswa yang mengenakan seragam Pramuka lengkap. Barisan yang rapi dan atribut kepramukaan yang dikenakan para peserta menciptakan suasana penuh disiplin dan kebersamaan.
Apel dimulai pukul 07.00 WIB. Kepala SMPN 2 Ngadiluwih, Ririn Kasiani, S.Pd., bertindak sebagai pembina apel.
Dalam amanatnya, Ririn menegaskan bahwa Pramuka tidak boleh dipandang sebatas kegiatan seremonial maupun aktivitas di luar kelas. Menurutnya, nilai-nilai kepramukaan justru semakin penting di tengah perkembangan zaman yang serba cepat.
“Pramuka bukan sekadar latihan baris-berbaris, tali-temali, atau kegiatan perkemahan. Pramuka adalah proses membentuk karakter, melatih kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air,” tegas Ririn.
Ia mengatakan, tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks. Karena itu, siswa membutuhkan bekal karakter yang kuat agar mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan kebangsaan.
“Anak-anak sekarang hidup di era digital. Informasi begitu mudah didapat, tetapi tidak semuanya bisa langsung dipercaya atau diikuti. Karena itu, mereka harus memiliki kemampuan memilih, bersikap, bertanggung jawab, dan menghormati orang lain. Nilai-nilai itulah yang salah satunya kita tanamkan melalui Pramuka,” jelasnya.
Ririn juga mengajak seluruh siswa menjadikan Dasa Darma Pramuka bukan sekadar hafalan yang diucapkan saat upacara. Lebih dari itu, nilai-nilai tersebut harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari.
“Dasa Darma jangan berhenti sebagai teks yang dihafalkan. Saya ingin anak-anak menerapkannya dalam kehidupan nyata, mulai dari disiplin datang ke sekolah, menghormati guru, menghargai teman, menjaga lingkungan, jujur, bertanggung jawab, hingga berani membantu sesama,” katanya.
Menurut Ririn, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik. Karakter, sikap, dan kemampuan bekerja sama juga menjadi modal penting bagi masa depan siswa.












