Mediaciber.net.Kediri
Upaya memperkuat penyerapan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ke dunia kerja terus didorong oleh Forum Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Jawa Timur. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Sosialisasi Perluasan dan Penempatan Kerja dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) Kabupaten Pamekasan”, yang digelar di Hotel Cahaya Berlian, Pamekasan, 10 September.
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara sekolah, BKK, pemerintah, serta dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Mohamad Alfin Hilmi, M.M., M.M., M.Pd., Ketua Forum BKK SMK Jawa Timur periode 2026–2029 sekaligus Kepala SMK Negeri 1 Ngasem Kabupaten Kediri, menegaskan bahwa keberadaan BKK tidak boleh sekadar menjadi tempat penyampaian informasi lowongan kerja.
Menurut Alfin, BKK harus hadir sebagai jembatan strategis yang mempertemukan kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan nyata dunia kerja.
“BKK harus bergerak lebih aktif. Kita tidak boleh hanya menunggu informasi lowongan, tetapi harus mampu membaca kebutuhan tenaga kerja, membangun komunikasi dengan DUDI, kemudian menyiapkan lulusan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan tersebut,” tegas Alfin.
Ia menilai, sinkronisasi data kebutuhan tenaga kerja menjadi salah satu kunci utama dalam memperkuat ekosistem ketenagakerjaan lulusan SMK. Data dari sekolah harus terhubung dengan kebutuhan industri sehingga lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki ijazah dan kompetensi, tetapi juga memiliki peluang kerja yang jelas.
“Kita ingin ada kesesuaian antara apa yang dipelajari siswa di SMK dengan apa yang dibutuhkan industri. Inilah pentingnya link and match yang harus terus kita perkuat,” ujarnya.
BKK Harus Naik Kelas
Alfin juga mendorong agar BKK tingkat kabupaten tidak berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, kolaborasi antarsekolah, pemerintah daerah, Forum BKK Jawa Timur, Kemnaker, serta DUDI harus diperkuat agar informasi pasar kerja dapat menjangkau siswa dan alumni secara lebih cepat dan tepat sasaran.
Perluasan informasi lowongan kerja, lanjutnya, juga harus dibarengi dengan proses seleksi dan pembekalan yang baik. Dengan demikian, alumni SMK tidak sekadar mendapatkan informasi pekerjaan, tetapi benar-benar mendapatkan akses menuju pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi dan potensinya.












