Menjadi potensi kuliner unggulan di 2 kecamatan tersebut, pedagang kaki lima (PKL) sekitar dibekali dengan pembinaan dari UMKM sekitar agar lebih berkembang dalam menjalankan usaha makanan khas Lamongan. “Kami dari Kecamatan mengadakan pembinaan kepada PKL agar lebih berkembang dalam manajemen usaha mereka. Dan untuk yang perantau pasti sudah berdiskusi dengan komunitasnya tadi yakni Pualam,” tutur Sekretaris Kecamatan Sekaran Kusairi.
Kusairi mengakatan bahwa festival ini bersifat umum dengan artian dapat diikuti oleh siapa saja yang sudah mendapatkan kupon yang telah disiapkan panitia. 1001 porsi pecel lele yang didelegasikan merupakan produksi dari 38 desa yang ada di Kecamatan Sekaran dan Maduran. “Panitia menyiapkan 1001 porsi, tapi tetap kita lebihkan untuk jaga-jaga pengunjung yang hadir. Panitia juga sudah menyiapkan kupon untuk transaksi penukaran dengan satu porsi pecel lele,” kata Kusairi.
Kusairi juga membagikan resep pecel lele khas Lamongan yang sedap, bumbu yang digunakan terdiri dari bawang merah, cabai, tomat, dan wijen yang disangrai.( Prapto )










