JAKARTA,- Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar meminta Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) lebih maksimal dan dirasakan oleh masyarakat.
Penegasan ini disampaikan Gus Halim, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar saat menerima audiensi Country Director International Fund for Agriculture Development (IFAD) Indonesia, Hani Elsadani Salem.
“Sebagai bagian penting dari perbaikan kinerja di 2023 dan tentu juga untuk menyongsong 2024, maka sekarang harus kita mulai apa yang harus dilakukan. Saya terus terang memang agak lebih masuk lagi ke program-program IFAD dengan satu harapan apa yang kita alami kemarin di 2022 tidak terjadi lagi,” ungkap Gus Halim di Jakarta, Rabu (1/3/2022).
Gus Halim selanjutnya memberikan arahan ke Dirjen terkait, dan meminta ada perubahan total dalam penanganan program-program IFAD. Tujuannya agar program tersebut dapat terlaksana lebih maksimal.
Program yang dilakukan di beberapa provinsi di Indonesia Timur tersebut, lanjut Mendes PDTT, dapat dilakukan dengan menggunakan pola pengerjaan soal ujian.
“Pola pengerjaan soal ujian itu yang mudah dulu kita selesaikan, yang susah-susah nanti kita benahi lagi. Supaya program ini kelihatan hasilnya. Karena memang permasalahannya bukan pada kondisi kita, tapi kondisi di lapangan. Ini yang juga menjadi salah satu faktor yang harus diperbaiki,” ujarnya.
Gus Halim menginstruksikan untuk memetakan dulu permasalahan yang mudah diselesaikan dan paling bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Kita prioritaskan supaya dirasakan kehadiran program kita di sana, baru kemudian yang susah-susah kita benahi bersama,” ujarnya.
Oleh karena itu, Gus Halim bertekad untuk meningkatkan kinerja secara bersama-sama dengan IFAD. Sehingga program TEKAD pada 2023 dan 2024 dapat melebihi ekspektasi dan dirasakan dampaknya oleh masyarakat.












