Globalisasi, Indonesia dan Wawasan Kebangsaan

admin
Img 20230817 Wa0139

Mediaciber.net.Palangka Raya – Komandan Korem (Danrem) 102/Pjg Brigjen TNI Bayu Permana melalui Kasi Intel Kasrem Letkol Inf Asman Mokoginta sebagai Pemberian Materi tentang kehidupan berbangsa, bernegara dan pembinaan kesadaran Bela Negara dengan Tema “Globalisasi, Indonesia dan Wawasan Kebangsaan” kepada Mahasiswa Baru Fakultas Pertanian Tahun 2023 pada KEGIATAN PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA BARU (PKKMB), bertempat di Aula Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Rabu (16/8)

Kasi Intel Kasrem Letkol Inf Asman Mokoginta menyampaikan tentang canggihnya teknologi yang mencakup informasi, Komunikasi dan Transformasi yang dapat menghilangkan batas dan merubah Masyarakat secara dinamis. Kecendrungan Global yang mencakup berlangsungnya Revolusi Industri, perubahan peradaban Masyarakat dan semakin tegasnya Fenomena abad kreatif. Timbulnya Perang Asimetris dan skema penjajahan gaya baru. Kondisi yang dihadapi abad 21 meliputi Revolusi Industri, Globalisasi dunia, Kebutuhan Domestik dan Aktif pengguna media sosial. Narkoba merupakan ancaman generasi muda. Radikalisme dan Terorisme terus mengintai sehingga terdapat beberapa Organisasi teror di Dunia. Hoax menguasai perbincangan warga, medsos merupakan wadah perbincangan dan informasi yang positif tapi medsos juga menjadi arena penyampaian Opini, ajaran penuh kebencian dan berita – berita palsu (Hoax). Pendahulu kita berhasil membentuk Pancasila dibuat oleh generasi terbaik dan tulus kepada Rakyat dan Bangsa Indonesia. Cita – cita dan tujuan Nasionalisme dalam Pembukaan UUD 1945. Wawasan Kebangsaan adalah hal mendasar untuk mempersatukan Indonesia menjadi satu Nusa, satu Bangsa dan satu Bahasa dalam Bingkai NKRI. Pengembangan nilai – nilai karakter yang meliputi olah hati, olah raga, olah pikir dan olah karsa.

Dalam sesi pertanyaan mahasiswa menanyakan mengenai Radikalisme sudah banyak yang berasal dari ras, suku agama, internal dan eksternal, bagaimana biar hal tersebut tidak bisa terjadi lagi. Yang dijawab oleh pemberi materi berawal dari pemahaman dari dalam, ditoleransi timbul dari perbedaan, toleransi masuk dalam perasaan. Penyebab awal adalah tidak siap menerima perbedaan maka akan timbul pemahaman yang tidak pas. Pencegahan nya menggunakan suatu sistem pengajaran atau pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!