“Saya lihat santri disini punya rasa ingin tahu tinggi dan mampu berdialog dengan baik. Ini menunjukkan mutu pendidikan yang luar biasa.
Kami berterima kasih sudah diberikan tempat dan waktu untuk memberikan edukasi di sini (Ponpes Wali Barokah),” ungkapnya.
Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah KH Sunarto berharap kegiatan tersebut bisa terus berlanjut karena dapat memberikan pengetahuan santri dan santriwati.
Dia mengaku, membekali mereka untuk mengenali norma dan kesadaran hukum adalah hal penting yang harus ditanamkan sejak dini termasuk peraturan perundang-undangan terutama dalam sehari-hari agar mereka menjadi paham.
“Jika terjadi persoalan seperti bullying kami melakukan pendekatan baik pembully maupun dibully,” ucapnya.
Pendekatan tersebut, lanjut dia, memang cukup efektif dengan cara kekeluargaan sehingga harapannya tidak sampai terjadi proses pelaporan.
Jika diberikan sanksi, pondok lebih memilih sanksi bersifat mendidik, bukan dengan hukum yang keras.
“Misalnya membaca Al Qur’an beberapa lembar dengan harapan agar anak dapat menyadari kesalahannya dan tidak mengulangi perbuatannya lagi,” tutupnya.(sinyo)












