“Dulu sumur ini tidak terawat dan nyaris terlupakan. Sekarang, dari kedalaman 100 meter, air bersih bisa dinikmati warga. Ini harapan baru bagi kami,” ujarnya.
Meski progres pembangunan masih berada di kisaran 70–75 persen, keberhasilan keluarnya air sudah memantik optimisme. Warga berbondong-bondong menyaksikan langsung proses pengeboran hingga detik-detik air bersih mengalir ke
permukaan.
Very Anggun, salah satu warga, tak menyembunyikan rasa syukurnya.
“Airnya jernih. Semoga benar-benar menjadi solusi permanen untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Bagi warga Templek, sumur bor ini bukan sekadar proyek fisik. Ia adalah jawaban atas kebutuhan mendasar: akses air bersih yang layak. Kini, harapan itu tidak lagi sebatas wacana ia mengalir nyata dari perut bumi.(sinyo)












