Mediaciber.net.Kediri – Kepala SMPN 1 Ngasem, Berdi Prayitno, S.Pd., M.M.Pd, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan dugaan pemukulan terhadap salah satu siswa yang dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Ia menjelaskan, informasi yang beredar menyebut kejadian tersebut terjadi pada Januari 2025 berdasarkan pengakuan siswa yang bersangkutan.
“Kejadian itu disebut terjadi pada Januari 2025 menurut keterangan siswa,” ujarnya didepan awak media, Kamis (9/4/2026).
Namun demikian, pada Maret 2025 siswa tersebut telah mengajukan pindah ke SMPN 2 Ngasem tanpa menyampaikan alasan terkait dugaan kekerasan.
“Saat mengajukan pindah, tidak ada alasan apa pun yang disampaikan terkait adanya kekerasan. Proses mutasi berjalan seperti biasa,” jelasnya.
Berdi menambahkan, selama bersekolah, siswa tersebut memiliki catatan kedisiplinan yang perlu pembinaan.












