“Anaknya memang tercatat agak nakal dan beberapa kali tidak masuk sekolah,” tambahnya.
Terkait tudingan pemukulan, pihak sekolah menegaskan tidak menemukan bukti pendukung.
“Tidak ada bukti saat kejadian, baik berupa visum maupun foto. Informasi yang ada hanya berdasarkan cerita dari siswa,” tegasnya.
Dengan demikian, pihak sekolah menyimpulkan bahwa pemberitaan yang beredar tidak benar dan tidak didukung fakta yang kuat. Meski begitu, sekolah tetap membuka diri terhadap proses klarifikasi lebih lanjut.
“Kami tetap menghormati proses yang berjalan dan siap memberikan keterangan sesuai fakta,” pungkasnya.(sinyo)












