Hujan Abu Tebu Kembali Teror Warga Ketami dan Loksongo, Kesehatan Terancam Setiap Musim Giling

admin
Img 20260601 Wa0027

“Kalau malam atau pagi banyak abu, anak saya sering batuk-batuk. Kami khawatir kalau terus-menerus menghirup debu seperti ini,” ujar seorang ibu rumah tangga di Ketami.
Debu lantung yang beterbangan juga memicu iritasi mata dan kulit pada sebagian warga. Tidak sedikit yang mengeluhkan mata perih, gatal, hingga sesak napas saat intensitas abu meningkat.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait efektivitas sistem pengendalian emisi yang diterapkan selama musim giling berlangsung.

Warga berharap pihak PG Pesantren Baru maupun instansi terkait tidak hanya menganggap persoalan ini sebagai dampak musiman yang harus diterima masyarakat.

“Setiap tahun keluhan warga selalu muncul. Seharusnya ada langkah nyata untuk mengurangi dampaknya, bukan sekadar dianggap biasa karena musim giling,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.

Warga Ketami dan Loksongo kini berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap proses operasional pabrik, termasuk peningkatan teknologi pengendalian polusi agar aktivitas industri tidak terus-menerus mengorbankan kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Hingga berita ini ditulis, hujan abu masih dilaporkan terjadi di sejumlah titik permukiman terdampak yang berada di sekitar area operasional PG Pesantren Baru Kediri.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!