Kepala Desa Kepet, “Puji Santoso” menuturkan bahwa BBGRM bukan sekadar seremonial, melainkan wadah untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial.
“Gotong royong adalah modal utama desa dalam membangun kemandirian. Dengan kebersamaan, kita bisa mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Partisipasi masyarakat terlihat nyata melalui kerja bakti, penataan lingkungan, hingga kegiatan sosial yang mendukung kesejahteraan bersama. Kehadiran unsur Pemdes, BPD, RT, RW, dan Forkopimcam semakin menambah semangat warga, sekaligus menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap pembangunan berbasis masyarakat.
BBGRM di Desa Kepet menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup dan terus berkembang. Lebih dari sekadar tradisi, gotong royong kini dipandang sebagai strategi penting dalam membangun desa yang mandiri, maju, dan berdaya saing. ( YL)












