Mediaciber.net.Kediri,
Tangis haru dan kebanggaan menyatu dalam prosesi Purnawiyata siswa kelas IX SMP Negeri 1 Banyakan yang digelar di Gedung Serbaguna Desa Banyakan, Kabupaten Kediri, Sabtu (30/5/2026). Acara pelepasan yang berlangsung khidmat itu menjadi momen istimewa bagi ratusan siswa yang resmi menuntaskan pendidikan tingkat menengah pertama.
Sejak pagi, para siswa, orang tua, guru, dan tamu undangan memadati lokasi acara. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SMPN 1 Banyakan Ari Nurfarida, S.Pd.I., M.Pd., jajaran guru dan tenaga kependidikan, unsur Muspika Kecamatan Banyakan, kepala SD se-Kecamatan Banyakan, pengurus komite sekolah, serta wali murid yang datang untuk menyaksikan pencapaian putra-putri mereka.
Dalam sambutannya, Ari Nurfarida menyampaikan apresiasi atas perjuangan para siswa selama tiga tahun menempuh pendidikan. Ia berpesan agar para lulusan terus melanjutkan pendidikan dengan penuh semangat dan tidak terjebak pada anggapan bahwa masa depan hanya ditentukan oleh sekolah favorit.
“Di mana pun kalian bersekolah nanti, yang menentukan keberhasilan bukan nama besar sekolahnya, tetapi kerja keras, kedisiplinan, usaha, dan doa yang kalian lakukan setiap hari,” ujarnya.
Pesan tersebut mendapat sambutan hangat dari para hadirin. Menurutnya, setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita selama memiliki kemauan belajar dan semangat untuk berkembang.
Suasana haru mencapai puncaknya saat prosesi sungkeman berlangsung. Diiringi alunan musik yang menyentuh, satu per satu siswa bersimpuh di hadapan orang tua mereka. Dengan mata berkaca-kaca, para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas kasih sayang, pengorbanan, dan perjuangan orang tua yang selama ini mendampingi mereka menempuh pendidikan.
Momen itu sontak membuat suasana gedung berubah emosional. Banyak wali murid yang tak kuasa menahan air mata ketika putra-putri mereka mencium tangan dan memeluk erat sebagai ungkapan bakti serta permohonan maaf atas segala kesalahan selama ini.
Salah seorang wali murid, Siti Aminah, mengaku tidak mampu membendung air mata saat putrinya bersimpuh di hadapannya. Menurutnya, momen tersebut menjadi salah satu kenangan paling berharga selama mendampingi anaknya menempuh pendidikan.
“Saya benar-benar terharu. Tadi ketika anak saya meminta maaf dan mencium tangan saya, rasanya semua lelah dan perjuangan selama ini terbayar. Saya hanya bisa menangis dan mendoakan semoga dia menjadi anak yang sukses dan membanggakan keluarga,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Hal senada disampaikan wali murid lainnya, Bambang Supriyanto. Ia mengaku bangga melihat putranya telah menyelesaikan pendidikan di jenjang SMP dan bersiap melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi.












