Di Ujung Seragam Putih Biru, 354 Lulusan SMPN 2 Pare Mewariskan Kebaikan

admin
Img 20260603 Wa0009

Bahkan, kepedulian itu juga tumbuh di lingkungan mereka sendiri. Sejumlah siswa secara sukarela mengumpulkan donasi untuk membantu teman-teman yang menghadapi kesulitan ekonomi agar tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Menurut Niam, pendidikan sejatinya tidak hanya berbicara tentang angka-angka di rapor atau capaian akademik semata. Pendidikan yang utuh adalah proses membentuk manusia yang memiliki hati, empati, dan kepedulian terhadap sesama.

“Ilmu yang kalian peroleh di sekolah akan membuka banyak pintu kehidupan. Tetapi karakter baik, kepedulian, dan ketulusanlah yang akan membuat kalian diterima di mana pun berada. Karena itu, jangan pernah lelah menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain,” tuturnya.

Ia juga berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah dipelajari selama menempuh pendidikan di SMPN 2 Pare.

“Hari ini kalian meninggalkan sekolah ini, tetapi jangan tinggalkan nilai-nilai yang telah tumbuh selama tiga tahun bersama. Jagalah kejujuran, hormati orang tua dan guru, serta teruslah menebarkan kebaikan sekecil apa pun. Sebab sering kali hal-hal kecil yang dilakukan dengan tulus justru memberi dampak besar bagi kehidupan orang lain,” katanya.

Suasana pelepasan yang berlangsung sederhana itu justru menghadirkan kesan yang mendalam. Tidak ada kemewahan yang berlebihan, namun ada pelajaran hidup yang akan terus melekat dalam ingatan para siswa. Mereka belajar bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari sekolah favorit yang berhasil dimasuki atau nilai yang diraih, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada sesama.

Di penghujung acara, suasana haru menyelimuti halaman sekolah. Senyum, pelukan, dan doa mengiringi langkah para lulusan menuju fase kehidupan berikutnya. Di balik kesederhanaan acara tersebut, tersimpan pesan yang begitu kuat: bahwa manusia akan selalu dikenang bukan karena kemewahan yang pernah dimiliki, melainkan karena kebaikan yang pernah ditinggalkan.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!