Salah satu pemandangan yang paling menarik perhatian dalam acara tersebut adalah hadirnya ratusan payung berhias ukiran yang merupakan hasil karya para siswa. Payung-payung itu membentuk hamparan warna dan motif yang indah, sekaligus menghadirkan pesan filosofis yang mendalam.
Agus menjelaskan bahwa pemilihan payung sebagai bagian dari prosesi pelepasan bukan tanpa alasan.
“Payung memiliki filosofi yang sangat dekat dengan dunia pendidikan. Ia memberikan perlindungan dan keteduhan. Seperti halnya orang tua dan guru yang selama ini menaungi anak-anak, memberikan arahan, membimbing mereka ketika mengalami kesulitan, dan mendukung mereka ketika sedang berjuang meraih cita-cita,” tuturnya.
Menurutnya, payung juga menjadi simbol kesiapan menghadapi kehidupan yang penuh tantangan.
“Kita tidak bisa menghentikan hujan atau mengubah cuaca, tetapi kita bisa mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Begitu pula dalam kehidupan. Anak-anak akan menghadapi banyak tantangan di masa depan. Namun dengan ilmu, karakter, dan nilai-nilai yang telah mereka pelajari, kami berharap mereka mampu menghadapi setiap tantangan dengan bijaksana,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang selama ini telah menjadi mitra sekolah dalam mendidik anak-anak.
“Keberhasilan anak-anak hari ini bukan hanya hasil kerja sekolah, tetapi juga buah dari doa, kasih sayang, pengorbanan, dan kerja keras orang tua. Karena itu kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh wali murid yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada SMPN 3 Pare,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Agus berpesan agar para lulusan tidak pernah berhenti belajar dan tetap rendah hati meskipun kelak meraih berbagai prestasi.
“Untuk para siswa dan orang tua yang hadir pada hari ini, kami berharap anak-anak tetap menjadi pribadi yang baik, unggul, memiliki potensi yang terus berkembang, serta tetap rendah hati dalam menjalani kehidupan. Ke mana pun kalian melangkah nanti, jangan pernah melupakan nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan di sekolah ini. Teruslah bermimpi, teruslah belajar, dan jadilah pribadi yang memberi manfaat bagi banyak orang,” pesannya.
Di bawah teduhnya ratusan payung karya siswa, prosesi pelepasan itu pun menjadi lebih dari sekadar perpisahan. Ia menjelma menjadi simbol kasih sayang, pengharapan, dan doa yang mengiringi langkah 351 siswa SMPN 3 Pare menuju masa depan yang lebih luas dan penuh kemungkinan.(sinyo)












