“SPMB merupakan pintu awal layanan pendidikan kepada masyarakat. Karena itu, kami memastikan seluruh proses berjalan transparan, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami juga membuka akses informasi seluas-luasnya agar masyarakat memahami setiap tahapan yang harus dilalui,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Menurut Niam, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam menciptakan proses penerimaan murid baru yang adil dan berintegritas. Panitia juga terus memberikan pendampingan kepada wali murid yang membutuhkan bantuan selama proses pendaftaran berlangsung.
Salah satu wali murid yang mendaftarkan anaknya di SMPN 2 Pare, Sri Wahyuni, mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan oleh sekolah.
“Alhamdulillah prosesnya sangat jelas dan tertib. Panitia memberikan penjelasan dengan sabar sehingga kami mudah memahami setiap tahapan pendaftaran. Informasi yang diberikan juga terbuka, sehingga kami merasa lebih tenang dan yakin mengikuti proses SPMB di SMPN 2 Pare,” tuturnya.
Melalui pelaksanaan SPMB 2026 yang mengedepankan transparansi dan pelayanan prima, SMPN 2 Pare berharap dapat memberikan pengalaman pendaftaran yang nyaman bagi masyarakat sekaligus mewujudkan tata kelola pendidikan yang profesional, berintegritas, dan dipercaya publik.(sinyo)












