RSUD Kota Madiun juga membuka layanan skrining kesehatan mental sebagai bagian dari rangkaian bakti kesehatan. Menurut dr. Muhammad Nur, menjaga kesehatan mental dapat dimulai dari mengenali gejala-gejala ringan yang sering kali diabaikan masyarakat.
“Kesehatan mental itu bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti sulit tidur atau susah bergaul. Dengan mengikuti skrining kesehatan mental, gejala yang mengarah pada gangguan kesehatan mental dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan awal juga bisa segera dilakukan,” ujarnya.
Layanan konsultasi gizi juga menjadi bagian dari rangkaian bakti kesehatan. Masyarakat diberikan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai pola makan, kebutuhan gizi keluarga, hingga penerapan pola hidup sehat sesuai kondisi masing-masing.
Sebagai bentuk simbolisasi Hari Jadi ke-108 Kota Madiun, jumlah peserta setiap layanan disesuaikan dengan momentum peringatan tersebut. Sebanyak 108 peserta mengikuti skrining CA rektum, 20 peserta mengikuti skrining kesehatan mental sebagai representasi tanggal lahir Kota Madiun, sedangkan 6 keluarga mengikuti konsultasi gizi yang melambangkan bulan Juni sebagai bulan peringatan Hari Jadi Kota Madiun.
Menurut dr. Muhammad Nur, pemilihan ketiga layanan tersebut bukan tanpa alasan. Ia mengatakan tema bakti kesehatan tahun ini sengaja difokuskan pada layanan yang belum banyak dikenal masyarakat agar pemahaman terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan semakin meningkat.

“Kami sengaja mengangkat tema yang belum banyak dikenal masyarakat agar mereka lebih memahami pentingnya skrining kanker rektum dan skrining kesehatan mental. Sementara konsultasi gizi kami hadirkan untuk memperkuat pengetahuan keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi yang seimbang,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, RSUD Kota Madiun berharap masyarakat semakin memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia, baik pemeriksaan maupun konsultasi, sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup. (Tris)












