TAK SEKEDAR BANTUAN, PROGRAM GAYATRI MENGHIDUPKAN PERPUTARAN EKONOMI DAN MENGUATKAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT DI KABUPATEN BOJONEGORO

admin
Img 20260702 Wa0023

Dampak positif program ini juga dirasakan oleh peternak pembibit, penjual pakan, distributor obat dan vitamin ternak, penyedia peralatan kandang, serta jasa transportasi.

Meningkatnya populasi ayam petelur di tangan masyarakat menyebabkan kebutuhan pakan dan sarana produksi ikut meningkat sehingga aktivitas perdagangan di sektor peternakan menjadi lebih bergairah.

Saat ini harga pakan berada pada kisaran Rp380.000 per zak (50 kilogram). Berdasarkan pemantauan di lapangan, dengan harga telur sekitar Rp23.000 per kilogram, setiap zak pakan yang dikonsumsi ayam masih mampu menghasilkan keuntungan sekitar Rp100.000 hingga Rp150.000. Kondisi ini menunjukkan bahwa usaha ayam petelur masih memiliki prospek yang baik apabila didukung dengan pendampingan, manajemen pemeliharaan yang tepat, serta kepastian pasar.

Perputaran ekonomi yang tercipta tidak berhenti pada keluarga penerima manfaat. Pedagang pakan memperoleh peningkatan penjualan, distributor obat dan vitamin ternak mengalami kenaikan permintaan, pelaku usaha perlengkapan kandang mendapatkan tambahan pelanggan, dan aktivitas distribusi hasil produksi ikut menggerakkan sektor transportasi.

Dengan demikian, manfaat Program Gayatri dirasakan secara luas oleh berbagai pelaku ekonomi di Kabupaten Bojonegoro.
Program Gayatri membuktikan bahwa bantuan produktif mampu memberikan manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan bantuan konsumtif. Ayam petelur yang dipelihara keluarga penerima manfaat menjadi aset produktif yang menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan, sekaligus menciptakan perputaran ekonomi yang memperkuat kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.( Djo )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!