Selain itu, siswa juga mendapatkan materi tentang pembentukan karakter, kedisiplinan, etika pergaulan, literasi, serta penguatan Profil Lulusan yang menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.
“Kami ingin siswa tidak hanya mengenal ruang kelas atau gedung sekolah, tetapi juga memahami nilai-nilai yang dijunjung di SMPN 1 Wates, seperti disiplin, tanggung jawab, saling menghargai, gotong royong, serta semangat belajar sepanjang hayat,” jelasnya.
Ia menambahkan, konsep MPLS Ramah juga mengedepankan interaksi positif antara guru, kakak kelas, dan peserta didik baru melalui kegiatan yang edukatif, partisipatif, inklusif, efektif, efisien, dan fleksibel.
“Kegiatan MPLS harus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Anak-anak diajak aktif berinteraksi, berdiskusi, mengenal teman baru, mengenal guru, sekaligus memahami lingkungan sekolah tanpa tekanan. Dengan cara ini mereka akan lebih cepat beradaptasi,” ungkap Mashuri.
Pada hari pertama, kegiatan MPLS difokuskan pada penguatan karakter peserta didik, pengenalan kurikulum satuan pendidikan, pengenalan sarana dan prasarana sekolah, serta adaptasi terhadap lingkungan sekitar sekolah.
Mashuri berharap seluruh peserta didik baru mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat sehingga memiliki bekal yang cukup untuk menjalani proses pembelajaran selama tiga tahun ke depan.
“Harapan kami sederhana, setelah MPLS selesai anak-anak merasa bangga menjadi bagian dari SMPN 1 Wates. Mereka memiliki semangat belajar yang tinggi, mampu menjalin pertemanan yang sehat, menghormati guru, menjaga nama baik sekolah, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan MPLS Ramah, SMPN 1 Wates menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan dan kekerasan, sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang positif sejak hari pertama peserta didik menginjakkan kaki di sekolah.(sinyo)












