Mas Dhito Tinjau Program IM Jepang di BLK Plemahan, Siapkan SDM Kediri Tembus Pasar Kerja Internasional

admin
Img 20260717 Wa0018

“Pelatihan ini baru memasuki hari kelima, sehingga evaluasi menyeluruh tentu belum bisa dilakukan. Setelah selesai nanti akan kami lihat hasilnya, termasuk tingkat penyerapan tenaga kerjanya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, mengatakan seluruh pelatihan disusun berbasis kompetensi dengan sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Beberapa program memiliki durasi hingga 240 jam belajar yang dilanjutkan dengan pemagangan di perusahaan mitra, sedangkan lainnya berlangsung selama 120 jam belajar.

Menurutnya, peserta tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga soft skill seperti komunikasi, etika kerja, hingga teknik menghadapi wawancara kerja.

“Program yang memiliki durasi 240 jam belajar seperti MUA dan barista akan dilanjutkan dengan pemagangan di perusahaan mitra. Harapannya peserta dapat menunjukkan kemampuan teknis maupun sikap kerja sehingga berpeluang direkrut setelah magang selesai,” terang Ibnu.

Ia menambahkan, Disnaker Kabupaten Kediri akan terus memperluas kerja sama dengan dunia industri maupun lembaga penempatan tenaga kerja agar lulusan program memiliki peluang lebih besar bekerja di dalam maupun luar negeri.

“Kami berharap lulusan Program IM Jepang benar-benar siap kerja, memiliki sertifikasi kompetensi, dan mampu menjadi tenaga kerja profesional yang membawa nama baik Kabupaten Kediri di tingkat internasional,” pungkasnya.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!