Meski Jawa Timur selama ini dikenal sebagai salah satu provinsi langganan juara, Aries mengaku belum menetapkan target perolehan medali emas karena adanya perubahan format kompetisi.
“Belum bisa menargetkan emas karena format lomba berubah menjadi daring dan luring. Yang kami harapkan adalah meraih prestasi sebanyak-banyaknya dengan persiapan matang yang sudah kami lakukan,” ujarnya.
Menurut Aries, fokus utama Dindik Jatim saat ini adalah memastikan seluruh peserta mampu menampilkan kemampuan terbaik tanpa terbebani target tertentu.
Turut hadir dalam pelepasan kontingen tersebut, Kepala SMKN 1 Ngasem Kabupaten Kediri, Alfin Hilmi, yang memberikan dukungan sekaligus motivasi kepada para peserta sebelum bertolak ke ajang nasional.
Alfin menyampaikan, para siswa yang terpilih merupakan talenta terbaik hasil seleksi dan pembinaan yang panjang. Ia optimistis kontingen Jawa Timur mampu menunjukkan kualitas kompetensi yang dimiliki di hadapan peserta dari seluruh Indonesia.
“Kami melihat semangat luar biasa dari seluruh peserta. Mereka sudah dipersiapkan dengan baik, baik dari sisi kompetensi maupun mental bertanding. Kami berharap seluruh kontingen Jawa Timur mampu tampil percaya diri, menjaga sportivitas, dan memberikan hasil terbaik untuk mengharumkan nama Jawa Timur,” ujar Alfin.
Ia menambahkan, perubahan format perlombaan menjadi tantangan baru yang harus dihadapi dengan kemampuan beradaptasi dan kesiapan teknologi. Menurutnya, pengalaman bertanding di tingkat nasional juga akan menjadi bekal penting bagi siswa untuk memasuki dunia kerja maupun industri di masa depan.
“Prestasi memang menjadi harapan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana para siswa mampu menunjukkan kompetensi terbaiknya. Semoga seluruh kontingen diberikan kesehatan, kelancaran, dan pulang membawa prestasi yang membanggakan,” pungkasnya.(Sinyo)












