Namun, harapan itu belum sepenuhnya terwujud. Menurut Rafi, driver baru masih harus bersaing ketat dengan para pengemudi yang lebih lama bergabung. Ia merasa pelanggan tetap cenderung sudah dimiliki oleh para driver senior sehingga kesempatan mendapatkan order menjadi lebih sedikit.
“Kalau yang sudah lama kan pelanggan sudah banyak. Kami yang baru masih harus berjuang mencari order,” ujarnya.
Meski demikian, Rafi tidak ingin selamanya bergantung pada pekerjaan sebagai pengemudi online. Ia memiliki mimpi yang jauh lebih besar, yakni membuka usaha sendiri agar memiliki penghasilan yang lebih pasti.
Harapan terbesarnya adalah memiliki alat pembuat kulit pangsit sehingga bisa memproduksi dan menjualnya secara mandiri.
“Saya ingin punya usaha sendiri. Harapan saya bisa membeli mesin pembuat kulit pangsit supaya bisa mandiri dan punya masa depan yang lebih baik,” tutur Rafi penuh harap.
Di usia yang masih 20 tahun, Rafi memilih terus bekerja keras daripada menyerah pada keadaan. Baginya, menjadi driver ShopeeFood hanyalah langkah awal untuk mengumpulkan modal demi mewujudkan cita-citanya menjadi seorang pelaku usaha.
Kisah Rafi menjadi potret perjuangan banyak anak muda yang berjuang di tengah kerasnya persaingan ekonomi. Di balik jaket orange dan celana kolor yang dikenakannya setiap hari, tersimpan mimpi sederhana: memiliki usaha sendiri, hidup lebih mandiri, dan memberi masa depan yang lebih baik bagi dirinya maupun keluarganya.(sinyo)












