Warga yang berdatangan segera memberikan pertolongan sebelum kedua korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis.
Tak lama berselang, aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan pelaku dan membawanya ke Polres Kediri Kota untuk menjalani pemeriksaan.
“Pelaku sudah kami amankan. Saat ini kasusnya masih dalam proses pendalaman,” tambah Fredy.
Sementara itu, Kepala Dusun Nglangu, Desa Puhsarang, Sutarji, mengungkapkan perselisihan antara kedua belah pihak bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, persoalan saluran air yang kerap membawa sampah diduga sudah lama menjadi pemicu ketegangan.
“Saluran air itu sebenarnya fasilitas umum. Kadang sampah terbawa angin atau masuk ke aliran air sehingga kemungkinan membuat pelaku merasa terganggu,” ujarnya.
Sutarji menambahkan, pelaku merupakan warga Desa Pagung, Kecamatan Semen. Meski demikian, pelaku sering berada di rumah orang tuanya yang berjarak sekitar 20 meter dari rumah korban.
Hingga kini, polisi masih mendalami motif pasti di balik aksi pembacokan tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara barang bukti berupa sabit yang diduga digunakan pelaku turut diamankan untuk kepentingan penyidikan.
Peristiwa ini sontak menggemparkan warga Desa Puhsarang dan menjadi pengingat bahwa konflik antarwarga yang tidak diselesaikan secara baik dapat berujung pada tindak kekerasan yang membahayakan nyawa.(sinyo)












