Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan implementasi Program Bhakti TNI yang sejalan dengan kebijakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui sinergi Kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Darat dalam mempercepat pembangunan wilayah.
“Kehadiran TNI harus benar-benar memberi manfaat nyata. Karena itu kami terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat agar pembangunan yang dilakukan benar-benar menjawab kebutuhan rakyat. Kami ingin TNI selalu hadir sebagai solusi bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pandantoyo, Dian Astianti, mengaku pembangunan jembatan permanen tersebut menjadi kabar yang paling dinantikan masyarakat setelah bertahun-tahun hanya mengandalkan jembatan darurat.
“Alhamdulillah, masyarakat sangat bersyukur. Sejak jembatan lama ambrol pada Mei 2020, kami bersama Pemerintah Desa Ngancar hanya mampu membangun jembatan bambu agar aktivitas warga tetap berjalan. Kini impian memiliki jembatan permanen akhirnya terwujud. Ini akan mengembalikan mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” ujarnya.
Hingga akhir Juli 2026, progres pembangunan telah mencapai sekitar 85 persen dan ditargetkan selesai tepat waktu pada 31 Juli 2026.
Keberadaan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih diharapkan menjadi infrastruktur strategis yang memperkuat konektivitas antarwilayah, mempercepat distribusi hasil pertanian, mempermudah akses pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta menjadi bukti nyata komitmen Kodim 0809/Kediri dalam mendukung pembangunan nasional melalui semangat Bhakti TNI untuk Negeri.(sinyo)












