Ratusan Guru dan Siswa Hidupkan Budaya Panji di Sumber Ubalan, Pemkab Kediri Tegaskan Pendidikan Harus Berdampak

admin
Img 20260801 Wa0006

Namun, menurutnya, besarnya anggaran harus diiringi dengan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Yang terpenting sekarang bagaimana anggaran pendidikan yang cukup besar ini benar-benar berdampak bagi masyarakat, bagi anak-anak didik kita, dan seluruh ekosistem pendidikan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga kebersihan kawasan wisata dengan membuang sampah pada tempatnya dan meninggalkan lokasi dalam kondisi bersih setelah acara selesai.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru tidak hanya berfokus pada kompetensi akademik, tetapi juga pada penguatan karakter melalui seni dan budaya.

“Kita ingin guru-guru semakin kuat kompetensinya. Di samping menjalankan tugas dan profesinya, mereka juga ikut mengembangkan budaya, terutama yang berkaitan dengan sejarah Kediri,” ungkap Muhsin.

Menurutnya, keterlibatan guru dalam pementasan budaya menjadi media efektif untuk menanamkan nilai-nilai sejarah, karakter, dan kearifan lokal kepada peserta didik. Dengan demikian, budaya daerah tidak hanya dikenang, tetapi terus diwariskan kepada generasi muda di tengah derasnya arus modernisasi.

Pagelaran Kentrung Kreasi Batara Guru IV pun menjadi bukti bahwa pendidikan dan kebudayaan dapat berjalan beriringan. Ketika guru dan siswa tampil sebagai pelaku budaya, warisan sejarah Panji tidak sekadar dipelajari di ruang kelas, melainkan dihidupkan kembali di tengah masyarakat.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!