Mediaciber.net.Kediri
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan vokasi Kabupaten Kediri. Mohammad Hamzah Rizqi, siswa kelas XI Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam (TPL) SMK Kartanegara Wates, sukses mengukir sejarah setelah meraih Juara 1 Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026 yang berlangsung di Jakarta.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa siswa SMK dari daerah mampu bersaing di level tertinggi. Di tengah ketatnya persaingan peserta terbaik dari seluruh Indonesia, Hamzah tampil sebagai yang terbaik pada bidang Teknik Pengelasan, sekaligus membawa pulang medali emas dan hadiah pembinaan sebesar Rp5 juta.
Mengusung tema “Talenta Vokasi Memajukan Bangsa”, ajang LKS Dikmen Nasional 2026 menjadi panggung unjuk kemampuan siswa-siswa vokasi terbaik. Hamzah berhasil memukau dewan juri melalui hasil pengelasan yang presisi, kuat, rapi, serta memenuhi standar industri. Kecepatan kerja, ketelitian, dan konsistensi teknik menjadi faktor utama yang mengantarkannya berdiri di podium juara.
Kepala SMK Kartanegara Wates, Pujiono, mengaku bangga sekaligus bersyukur atas capaian luar biasa tersebut. Menurutnya, prestasi Hamzah merupakan hasil kolaborasi antara siswa, guru pembimbing, sekolah, serta dukungan seluruh pihak.
“Semoga prestasi di tingkat nasional ini, setelah sebelumnya juga menjadi Juara 1 tingkat Provinsi Jawa Timur, dapat menginspirasi seluruh SMK swasta di Kediri Raya untuk terus berprestasi dan percaya diri bersaing di tingkat nasional,” ujar Pujiono kepada media ini, Jumat (31/7/2026).
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut lahir dari proses panjang, kerja keras, disiplin, serta dedikasi para guru pembimbing yang terus mendampingi siswa hingga mampu mencapai level kompetensi nasional.
“Saya berpesan kepada Mohammad Hamzah Rizqi agar terus berkarya, mengejar cita-cita setinggi langit, dan menjadi generasi yang mampu mengharumkan nama bangsa melalui keahlian yang dimiliki,” tambahnya.
Menurut Pujiono, prestasi itu menjadi bukti nyata bahwa kualitas lulusan SMK Kartanegara Wates mampu bersaing dengan sekolah-sekolah terbaik di Indonesia.
Sementara itu, guru pembimbing Hamzah, Feryzal Sutra Perdana, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut bukanlah hasil instan. Persiapan dilakukan selama hampir satu tahun penuh dengan intensitas latihan yang sangat tinggi.
“Persiapannya sangat berat. Hampir tidak ada waktu libur karena kami harus mengejar target agar Hamzah benar-benar menguasai materi praktik sesuai standar lomba internasional,” jelas Feryzal.












