Ia menjelaskan, sebelum tampil di tingkat nasional, Hamzah telah ditempa melalui berbagai kompetisi bergengsi sebagai bagian dari proses pembinaan.
Deretan prestasi yang pernah diraih Hamzah di antaranya:
Juara 1 Lomba Pengelasan di Politeknik Negeri Semarang.
Juara 2 Kompetisi Pengelasan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Juara 2 di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.
Tidak hanya mengasah kemampuan teknis, Hamzah juga menunjukkan dedikasi luar biasa. Ia kerap berlatih hingga larut malam bahkan menginap di bengkel praktik sekolah demi menyempurnakan kemampuan pengelasannya.
“Selain berlatih keras, Hamzah juga rutin menjalankan puasa Senin-Kamis sebagai ikhtiar spiritual agar diberi kelancaran selama latihan maupun saat bertanding,” ungkap Feryzal.
Ke depan, Hamzah bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri bergengsi di bidang teknik pengelasan untuk memperdalam kompetensinya hingga jenjang sarjana.
Prestasi gemilang ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk Dr. Mohamad Alfin Hilmi, S.Pd., M.M., M.Pd., Ketua Forum Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Jawa Timur periode 2026–2029 yang turut hadir dalam penyelenggaraan LKS Nasional.
Menurutnya, kemenangan Hamzah menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi Jawa Timur terus melahirkan sumber daya manusia unggul yang siap menjawab kebutuhan industri nasional maupun global.
Keberhasilan Mohammad Hamzah Rizqi bukan sekadar kemenangan individu. Lebih dari itu, prestasi tersebut menjadi simbol kebangkitan pendidikan vokasi, membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, doa, dan semangat pantang menyerah mampu mengantarkan putra daerah Kabupaten Kediri menjadi yang terbaik di Indonesia.
“Selamat kepada Mohammad Hamzah Rizqi. Dari bengkel praktik di Wates menuju podium juara nasional, sebuah bukti bahwa talenta vokasi Indonesia mampu mendunia,” pungkasnya.(sinyo)












