Kediri Cerdas 2026: Inovasi Tak Boleh Berhenti di Atas Panggung, Harus Jadi Solusi Nyata Warga

admin
Img 20260807 Wa0018

“Bentuk inovasi sangat luas. Bisa berupa produk, metode, proses maupun model pemberdayaan. Yang terpenting ada kebaruan, ada efektivitas dan efisiensi, serta memberikan manfaat nyata,” kata Agus.

Tahun ini, geliat inovasi di Kabupaten Kediri juga menunjukkan peningkatan. Sebanyak 70 inovator ambil bagian dalam kompetisi setelah melewati tahapan presentasi di hadapan dewan juri pada 4 Agustus 2026.

Salah satu inovasi yang mencuri perhatian adalah karya Bangkit Ramadhanu, inovator asal Desa Wates, Kecamatan Pagu. Ia sukses menyabet Juara I Kategori Inovasi Digital melalui pengembangan sarung tangan terapi bagi penyandang stroke berbasis gamifikasi.

Inovasi tersebut memadukan terapi tangan dengan permainan interaktif. Pasien tidak hanya menjalani latihan rehabilitasi, tetapi juga diajak berinteraksi melalui sistem permainan sehingga terapi diharapkan menjadi lebih menarik dan tidak monoton.

Bangkit berharap inovasi yang dikembangkannya dapat menjadi alternatif terapi yang lebih terjangkau sekaligus membantu pasien stroke menjalani proses rehabilitasi secara lebih efektif.

“Dengan alat ini kami berharap pasien stroke dapat memperoleh terapi yang lebih efektif dengan biaya yang lebih terjangkau, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” ujar Bangkit.

Bagi BRIDA, munculnya inovator seperti Bangkit menjadi bukti bahwa inovasi tidak selalu lahir dari pusat teknologi atau institusi besar. Gagasan yang menjawab persoalan masyarakat bisa tumbuh dari desa dan kemudian dikembangkan menjadi solusi yang memiliki nilai lebih luas.

Agus menegaskan, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar menemukan inovasi, melainkan memastikan inovasi tersebut naik kelas.

“Setelah kompetisi selesai, justru pekerjaan kita belum selesai. Inovasi yang bagus harus kita kawal supaya bisa diterapkan secara nyata, tidak berhenti sebagai prototipe, dan kalau memungkinkan bisa direplikasi di sektor maupun daerah lain,” pungkas Agus.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!