Bukan Sekadar Langkah Tegap! Siswa SMPN 1 Gurah Kobarkan Semangat Pejuang di HUT RI ke-81

admin
Img 20260810 Wa0006

Latihan tersebut menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter. Siswa dituntut mampu menjaga konsentrasi, mengikuti instruksi, mengatasi rasa lelah, serta tetap kompak ketika berada di bawah tekanan perlombaan.

Bagi sekolah, proses tersebut justru menjadi bagian paling penting.

“Yang kami tekankan bukan hanya hasil akhir. Menang tentu membanggakan, tetapi keberanian anak-anak untuk berlatih, tampil, dan memberikan kemampuan terbaik adalah bagian dari prestasi itu sendiri,” ujar Ernia.

Semangat nasionalisme, lanjut dia, juga tidak boleh berhenti ketika rangkaian perayaan HUT RI berakhir.

“Jangan sampai semangat nasionalisme hanya muncul ketika bulan Agustus. Kami ingin semangat itu menjadi karakter. Disiplin di sekolah, menghormati guru, menghargai teman, rajin belajar, dan menjaga persatuan juga merupakan bentuk mengisi kemerdekaan,” tuturnya.

HUT RI ke-81 menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati generasi saat ini lahir melalui perjuangan panjang para pahlawan.

Jika dahulu para pejuang mempertaruhkan tenaga, pikiran, dan kehidupan untuk mempertahankan bangsa, maka generasi muda saat ini menghadapi medan perjuangan yang berbeda.

Buku menjadi senjata. Pendidikan menjadi kekuatan. Prestasi menjadi bukti. Dan karakter menjadi fondasi.

Karena itu, SMPN 1 Gurah berkomitmen menjadikan berbagai kegiatan sekolah sebagai ruang untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat.

“Harapan kami, anak-anak tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, percaya diri, mampu bekerja sama, dan mencintai Indonesia,” kata Ernia.

Pesan itu kemudian terlihat dalam derap langkah para siswa di jalanan Gurah. Satu aba-aba, Satu gerakan, Satu barisan, Satu semangat.

Derap langkah siswa SMPN 1 Gurah menjadi simbol bahwa 81 tahun Indonesia merdeka, semangat perjuangan tidak boleh berhenti. Semangat itu terus diwariskan dari generasi ke generasi.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!