Kepala Desa Mungkung, Purnomo, memandang hamparan petak sawah yang kini teraliri air dengan tatapan hangat. Baginya dan seluruh warga desa, saluran irigasi ini bukan sekadar susunan semen dan pasir, melainkan sebuah ikhtiar murni untuk merawat kehidupan.
“Semua kami garap dengan meniti garis RAB, setia pada spesifikasi teknis yang dituntunkan,” tutur Purnomo pelan namun mantap, Kamis (13/8). “Sebab yang kami bangun bukan cuma saluran air untuk hari ini, melainkan sandaran hidup yang ingin kami titipkan hingga jauh ke masa depan.”
Air yang kini meliuk lancar di sepanjang bendung beton tak hanya membasahi tanah yang merindukan kesejukan, tetapi juga menyirami harapan para petani yang menggantungkan nasib pada tiap bulir padi. Di Mungkung, aliran irigasi baru ini menjelma menjadi simbol nyata dari gotong royong sebuah warisan yang kini dirawat bersama agar berkahnya terus mengalir memelihara kesejahteraan desa dari musim ke musim. (Tim)












