Parade Cikar 2026: Ketika Tradisi Leluhur Kembali Menghidupkan Kediri

admin
Img 20260822 Wa0016

Mediaciber.net.Kediri

Derap langkah sapi berpadu dengan roda cikar kembali menghidupkan jalanan Kabupaten Kediri. Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar Parade Cikar 2026, Sabtu (22/8), dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Mengusung tema “Merawat Tradisi, Melangkah Bersama, Membangun Kediri”, parade tahun ini menjadi penyelenggaraan kelima sekaligus bukti bahwa transportasi tradisional masih memiliki tempat di tengah perkembangan zaman.

Sebanyak 43 cikar ambil bagian dalam parade yang mengambil start di kawasan Totok Kerot dan finis di Bank BPR Daerah Kabupaten Kediri. Jumlah peserta meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 40 cikar. Tak hanya dari Kediri, satu peserta bahkan datang dari Yogyakarta.

Namun, Parade Cikar tahun ini bukan sekadar ajang nostalgia. Pemkab Kediri menjadikannya momentum untuk mengenalkan kembali potensi peternakan sapi sebagai peluang ekonomi, terutama kepada generasi muda.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Solikin mengatakan, cikar merupakan bagian dari memori kolektif masyarakat Kediri. Di balik tradisi tersebut, terdapat potensi peternakan yang menurutnya layak terus dikembangkan.

“Selain melestarikan budaya kita, ini adalah sarana transportasi tradisional yang bisa mengingatkan memori kolektif kita terkait pemanfaatan cikar untuk kegiatan masyarakat. Tapi kita juga ingin mengingatkan generasi muda bahwa memelihara sapi atau beternak sapi merupakan potensi ekonomi yang luar biasa,” kata Solikin.

Menurut Solikin, kebutuhan terhadap produk peternakan seperti daging, susu, dan telur tidak pernah surut. Karena itu, peternakan dinilai memiliki prospek ekonomi yang besar, termasuk melalui pengembangan produk olahan.

Pesan tersebut sengaja dikenalkan langsung kepada anak-anak. Sekitar 50 siswa SDN 1 Wonosari ikut menaiki cikar dan mendapat edukasi mengenai pentingnya konsumsi produk peternakan, mulai telur, susu hingga olahan daging.

Tak berhenti di edukasi, panitia juga membagikan sekitar 2.000 telur rebus kepada masyarakat.

Di balik kemeriahan parade, aspek kesehatan sapi menjadi perhatian utama. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih memastikan seluruh sapi yang tampil telah menjalani pemeriksaan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!