Dewi Mariya Ulfa mengatakan kebutuhan kamar nantinya harus disesuaikan dengan kapasitas penerbangan.
“Kita masih menghitung okupansinya, persiapannya, kebutuhan kita sesuaikan dengan kapasitas pesawat di sini,” ujarnya.
Untuk pelaksanaan haji 2027, Pemkab Kediri masih akan memanfaatkan hotel yang sudah tersedia. Beberapa hotel telah masuk dalam pemetaan awal, di antaranya Fave dan Grand Surya.
Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Kediri, Drs. H. Sukadi, M.M., mengatakan pembangunan Hotel Haji ditargetkan mulai dikerjakan pada 2027.
Jika pembangunan berjalan sesuai rencana, fasilitas tersebut diharapkan sudah dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji pada 2028.
“Yang diprioritaskan, yang paling pertama itu tempat tinggal, kamarnya. Bagaimana kamarnya cukup atau tidak. Kalau tidak cukup, solusinya bagaimana. Terus tempat ibadah mereka,” jelas Sukadi.
Persiapan embarkasi haji tidak hanya menyangkut bandara dan akomodasi. Pemkab Kediri juga mulai menyiapkan infrastruktur pendukung, termasuk akses jalan menuju kawasan Hotel Haji.
Jalan yang menghubungkan kawasan Hotel Haji dengan Bandara Dhoho direncanakan diperlebar hingga 15 meter.
Pelebaran tersebut diperlukan untuk mendukung mobilitas jamaah dalam jumlah besar, terutama saat keberangkatan dan kepulangan.
Sementara itu, Manajemen Bandara Dhoho juga memastikan kesiapan infrastruktur dan operasional untuk mendukung penerbangan haji.
Direktur PT Surya Dhoho Investama Maksin Arisandi mengatakan pihak Kemenhaj RI telah melakukan visitasi ke area Bandara Dhoho untuk melihat kesiapan secara menyeluruh.
“Kami siap memberikan dukungan apabila Bandara Dhoho dipercaya mendukung embarkasi haji, sehingga pelayanan kepada jamaah dapat berlangsung aman dan nyaman,” katanya.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Dhoho Kediri Rahmat Yoni Saputra menambahkan, secara umum fasilitas dan operasional bandara telah mendukung kebutuhan penerbangan haji.
Meski demikian, sejumlah aspek teknis masih terus diperkuat dengan mengacu pada ketentuan regulator dan kebutuhan maskapai.
“Kami akan terus melakukan penguatan pada aspek-aspek teknis dan memastikan seluruh kebutuhan operasional dapat diselaraskan dengan ketentuan regulator serta kebutuhan airline,” ujar Rahmat.
Dengan berbagai persiapan tersebut, rencana menjadikan Bandara Dhoho sebagai embarkasi haji mulai diarahkan pada pembangunan ekosistem pelayanan jamaah secara menyeluruh.(sinyo)












