Perubahan juga akan terlihat pada bangku taman. DLH menyebut desain bangku akan sedikit diubah dari kondisi existing, namun tetap mempertahankan fungsi utamanya sebagai tempat pengunjung beristirahat.
“Bangku taman akan dirubah sedikit dari existing,” imbuh Weny.
Tak hanya itu, shelter juga akan mendapat pembenahan dengan mempertimbangkan kenyamanan, estetika, dan kondisi bangunan. Sedangkan pos jaga dan ruang pengelola akan dipelihara untuk memastikan kelayakan bangunan, kebersihan, keamanan, serta mendukung operasional pengelolaan taman.
Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung Desember 2026. DLH berharap seluruh proses bisa diselesaikan sebelum pergantian tahun sehingga masyarakat dapat kembali menikmati fasilitas Taman Kilisuci secara optimal.
“Iya mas, semoga sebelum akhir tahun sudah selesai,” ujar Weny.
Pemeliharaan ini menjadi bagian dari upaya menjaga Taman Kilisuci tetap layak sebagai ruang publik. Dengan anggaran ratusan juta rupiah, publik tentu berharap hasil akhirnya bukan sekadar taman yang terlihat lebih rapi, tetapi juga fasilitas yang benar-benar lebih aman, nyaman, dan berfungsi maksimal bagi masyarakat.(sinyo)












