Museum Kediri Naik Kelas, Amfiteater 1.000 Penonton Disiapkan Jadi Panggung Budaya Panjalu

admin
Img 20260912 Wa0008

Mediaciber.net.Kediri

Pemerintah Kabupaten Kediri terus mematangkan wajah baru Museum Kabupaten Kediri di Desa Menang. Memasuki pembangunan tahap ketiga, kawasan museum tak hanya disiapkan sebagai ruang penyimpanan dan edukasi sejarah, tetapi diarahkan menjadi pusat aktivitas seni dan budaya.

Salah satu wajah baru yang paling mencolok adalah pembangunan amfiteater berkapasitas sekitar 1.000 penonton. Ruang terbuka tersebut diproyeksikan menjadi panggung pertunjukan seni yang mengangkat karakter dan kekayaan budaya Kabupaten Kediri.

Pembangunan kawasan museum ini menjadi salah satu perhatian Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Konsep yang dibangun pun tidak berhenti pada sisi fisik, tetapi mulai diarahkan agar identitas budaya Kediri benar-benar terasa di dalam kawasan tersebut.

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama, mengatakan perencanaan pembangunan tahap ketiga turut melibatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri.

Pelibatan tersebut dilakukan agar desain kawasan museum tidak sekadar menarik secara arsitektur, tetapi juga merepresentasikan karakter kebudayaan daerah.

“Dengan demikian, harapannya pembangunan museum ini bisa mewakili kebudayaan khas Kabupaten Kediri,” kata Irwan, Jumat (11/9/2026).

Dalam konsep terbaru, amfiteater akan menjadi salah satu titik utama kawasan. Pada bagian panggung, akan dibangun gapura bentar khas Kediri yang ditargetkan rampung pada November mendatang.

Tak hanya panggung, sisi belakang amfiteater juga dirancang memiliki fungsi ganda. Sebuah tembok memanjang akan menjadi bagian dari latar panggung yang dapat dimanfaatkan sebagai media promosi maupun ruang untuk menampilkan relief bernuansa budaya.

Konsep tersebut sekaligus memperkuat identitas visual kawasan museum agar pengunjung tidak hanya datang untuk melihat koleksi, tetapi juga mendapatkan pengalaman budaya Kediri.

“Di samping itu, latar belakang ini sekaligus sebagai sirkulasi bagi para pementas menuju maupun keluar panggung,” jelas Irwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!