Menurut Muhsin, pengembangan olahraga prestasi tidak dapat dilepaskan dari proses pembinaan sejak usia dini. Karena itu, lingkungan sekolah memiliki peran penting sebagai salah satu pintu masuk dalam menemukan dan mengembangkan potensi atlet muda.
“Kami di Dinas Pendidikan tentu sangat mendukung kegiatan seperti ini. Anak-anak memiliki potensi yang luar biasa, dan sekolah menjadi salah satu tempat yang strategis untuk menemukan serta mengembangkan bakat mereka, termasuk di bidang olahraga senam,” ujar Muhsin.
Ia menegaskan bahwa pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara prestasi olahraga dan pendidikan.
“Jangan sampai anak hanya dikejar prestasinya di bidang olahraga, tetapi pendidikan juga harus tetap berjalan. Keduanya harus tumbuh bersama,” imbuhnya.
Muhsin berharap keberadaan Kejurprov PERSANI Jatim 2026 dapat semakin memotivasi generasi muda Kabupaten Kediri untuk berani berprestasi dan menjadikan olahraga sebagai bagian dari pembentukan karakter.
“Olahraga mengajarkan disiplin, kerja keras, sportivitas, keberanian dan tanggung jawab. Nilai-nilai itu sangat penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh,” katanya.
Ia juga berharap momentum Kejurprov tidak berhenti sebagai sebuah pertandingan, tetapi berlanjut menjadi bagian dari ekosistem pembinaan atlet di Kabupaten Kediri.
Wakil Bupati Kediri Hj. Dewi Maria Ulfa, S.T., menyampaikan terima kasih kepada jajaran KONI Jawa Timur dan PERSANI Jawa Timur atas kepercayaan kepada Kabupaten Kediri sebagai tuan rumah Kejurprov PERSANI Jatim 2026.
Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan tersebut menjadi kesempatan penting bagi para atlet untuk mengukur sekaligus mengevaluasi kemampuan diri dan melihat perkembangan kemampuan lawan.
“Olahraga adalah bentuk kedisiplinan bagi masing-masing atlet,” ujarnya.
Ia berharap Kejurprov PERSANI Jatim 2026 dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang tidak hanya mampu membawa nama Kabupaten Kediri dan Jawa Timur, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional.
Wakil Bupati juga berpesan kepada para pelatih di Kabupaten Kediri untuk terus memberikan pembinaan dan pendampingan kepada atlet, sekaligus menciptakan regenerasi atlet muda yang profesional dan berkarakter.
“Pembinaan harus dilakukan secara konsisten. Atlet tidak hanya membutuhkan latihan, tetapi juga pendampingan, motivasi dan lingkungan yang mendukung agar mereka dapat berkembang secara maksimal,” pesannya.
Pembukaan Kejurprov PERSANI Jatim 2026 kemudian ditutup dengan pembacaan janji atlet dan wasit, doa bersama, penyerahan piagam penghargaan kepada para pelatih senam, sesi foto bersama, serta penampilan atlet senam.(sinyo)












