Menurut Ernia, dukungan orang tua juga tidak kalah penting. Orang tua diharapkan memberikan motivasi dan menciptakan suasana belajar yang nyaman di rumah, tanpa memberikan tekanan berlebihan kepada anak.
“Orang tua kami harapkan menjadi penyemangat. Jangan sampai anak justru merasa tertekan karena menganggap TKA sebagai penentu segala-galanya. Yang paling penting adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin,” tuturnya.
Ia berharap sosialisasi tersebut dapat membuat seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai TKA. Dengan demikian, persiapan dapat dilakukan sejak dini dan terarah.
“Kami ingin anak-anak datang menghadapi TKA dengan percaya diri. Mereka tahu apa yang harus dipersiapkan, tahu tujuan yang ingin dicapai, dan tidak mudah panik ketika menghadapi soal,” ungkap Ernia.
Lebih jauh, Ernia menilai hasil TKA dapat menjadi salah satu informasi penting bagi siswa untuk melihat kemampuan akademiknya. Dari sana, siswa dapat lebih mengenali kekuatan yang dimiliki dan mempersiapkan pilihan pendidikan selanjutnya.

“Setiap anak punya impian. Tugas kami di sekolah adalah membantu mereka menemukan jalan menuju impian tersebut. TKA kami harapkan menjadi salah satu bagian dari proses itu,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh siswa SMPN 1 Gurah untuk menjadikan persiapan TKA sebagai momentum memperbaiki pola belajar.
“Jangan belajar hanya karena ada tes. Jadikan ini momentum untuk membangun kebiasaan belajar yang baik. Kalau proses belajarnya sudah baik, menghadapi tes apa pun insyaallah akan lebih siap,” pungkasnya.(sinyo)












