Ratusan Warga Geruduk Rumah Aktivis LSM di Kediri, Persoalkan Unggahan Karnaval Desa Dukuh

admin
Img 20261014 Wa0009

Selain itu, terdapat unggahan mengenai pengawasan kegiatan karnaval dan rencana pengaduan ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri apabila pengawasan dinilai tidak tegas.

Rangkaian konten tersebut menjadi salah satu latar belakang keberatan sebagian warga. Namun, keberadaan unggahan maupun reaksi masyarakat tidak serta-merta membuktikan benar atau salahnya substansi yang dipersoalkan.

Dugaan persoalan anggaran, pungutan masuk, penggunaan rekening pribadi, serta kepatuhan terhadap ketentuan penyelenggaraan karnaval tetap harus diuji berdasarkan bukti dan keterangan pihak-pihak berwenang.

Informasi yang beredar melalui sejumlah grup WhatsApp menyebutkan bahwa kedatangan warga bertujuan meminta penjelasan langsung dari AF. Warga disebut ingin mengetahui maksud unggahan yang mereka nilai membentuk opini negatif terhadap kegiatan masyarakat dan mempertentangkan warga dengan aparat penegak hukum (APH).

Dalam pesan tersebut, warga juga disebut hendak meminta pertanggungjawaban serta permintaan maaf terkait konten yang dipersoalkan.

Persoalan itu turut dikaitkan dengan laporan ke Propam Polri menyusul polemik pelaksanaan karnaval. Kepala desa dan ketua panitia disebut telah menjalani pemeriksaan.

Meski demikian, informasi mengenai laporan tersebut, materi yang dilaporkan, serta pemeriksaan pihak-pihak terkait masih memerlukan konfirmasi dari institusi berwenang. Belum dapat dipastikan pula bagaimana perkembangan penanganan laporan tersebut.

Dalam aksi Selasa malam itu, warga berkonvoi menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat menuju rumah AF di Desa Ngadi, Kecamatan Mojo. Aparat kepolisian melakukan pengawalan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan menjaga situasi tetap kondusif.

Namun, upaya meminta klarifikasi secara langsung tidak terlaksana. AF dilaporkan tidak berada di rumah dan sedang berada di Trenggalek saat rombongan warga tiba.

Karena tidak dapat bertemu dengan pihak yang hendak dimintai penjelasan, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!